Mari Kurangi Sampah Pangan

Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Banten, 18 Agustus 2025 – Dalam rangka kampanye pengurangan sampah pangan (food waste) dan kehilangan pangan (food loss), Dr. Hendry Noer Fadlillah, STP., MP., Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Lintas Internasional Indonesia (IULI), mengajak masyarakat untuk lebih menghargai makanan yang diproduksi dan dikonsumsi. Pesan tersebut disampaikan kepada masyarakat Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Mathla'ul Anwar Banten pada 18 Agustus 2025.

Sampah pangan telah menjadi salah satu tantangan global terbesar dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperkirakan hampir sepertiga makanan yang diproduksi di dunia hilang atau terbuang setiap tahunnya. Permasalahan ini tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak pada kerusakan lingkungan dan meningkatnya kesenjangan sosial. Di Indonesia, yang masih menjadikan ketahanan pangan dan gizi sebagai prioritas nasional, pengurangan sampah pangan merupakan kebutuhan yang mendesak sekaligus peluang strategis.

Memahami Sampah Pangan

Sampah pangan adalah makanan yang masih layak dikonsumsi tetapi dibuang pada berbagai tahapan rantai pasok pangan, mulai dari produksi pertanian, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi di rumah tangga. Berbeda dengan kehilangan pangan yang umumnya terjadi pada tahap produksi dan pascapanen, sampah pangan lebih banyak terjadi pada tahap distribusi dan konsumsi akibat penyimpanan yang kurang baik, kelebihan pasokan, atau perilaku konsumen.

Penyebab Sampah Pangan

Beberapa penyebab utama sampah pangan meliputi:

  • Produksi dan Pascapanen: Metode panen yang kurang efisien, fasilitas penyimpanan yang terbatas, dan kurangnya infrastruktur rantai dingin.
  • Pengolahan dan Distribusi: Produksi berlebih, kemasan yang kurang baik, dan kendala transportasi.
  • Ritel dan Konsumsi: Produk yang tidak terjual, pembelian berlebihan, dan kebiasaan menyiapkan makanan dalam jumlah berlebih.

Dampak Sampah Pangan

Sampah pangan memberikan berbagai dampak, antara lain:

  • Lingkungan: Meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memboroskan sumber daya alam seperti air, energi, dan lahan.

  • Ekonomi: Menyebabkan kerugian finansial bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen.

  • Sosial: Memperburuk ketimpangan, sementara masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan gizi dan keterbatasan akses terhadap pangan.

Strategi Mengurangi Sampah Pangan

Upaya mengurangi sampah pangan memerlukan kerja sama semua pihak, antara lain:

  • Meningkatkan metode panen, penyimpanan, dan sistem logistik.
  • Menerapkan manajemen persediaan yang lebih efisien, program donasi pangan, dan inovasi kemasan.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai porsi makan, penyimpanan makanan yang benar, dan pemanfaatan sisa makanan.
  • Mendorong kebijakan ekonomi sirkular, teknologi pengolahan limbah menjadi energi, dan inovasi dalam pengurangan sampah pangan.

Konteks Indonesia

Di Indonesia, pengurangan sampah pangan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung keberlanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan. Kampanye edukasi, program berbasis masyarakat, serta kebijakan yang kuat dapat mempercepat perubahan perilaku. Selain itu, pengembangan produk bernilai tambah dari hasil samping pangan, seperti pakan ternak dan bioenergi, dapat mendorong terwujudnya sistem pangan yang lebih sirkular dan tangguh.

Penulis: Dr. Hendry Noer Fadlillah



Berita seputar "Food Technology:"

IULI Peringati Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026 dengan Webinar FSSC 22000 Versi 7 dan Keberlanjutan Pangan
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
Dosen IULI Bergabung dalam Kepengurusan PERGIZI PANGAN Indonesia
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
Dosen IULI Menjadi Pembicara pada Focus Group Discussion GAKOPTINDO
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Berita Lain

Dosen IULI Bergabung dalam Kepengurusan PERGIZI PANGAN Indonesia
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
Mari Kurangi Sampah Pangan
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
Penyerahan Surat Keputusan Alih Kelola Universitas Lintas Internasional Indonesia kepada Yayasan Pendidikan Prima Internasional
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
Kontribusi IULI terhadap Perubahan Iklim “Daur Ulang Pakaian Bekas”
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
Dosen IULI Menjadi Pembicara pada Focus Group Discussion GAKOPTINDO
2026-07-14 19:23:29 by Irenia Jastisia
Langkah kecil dalam mengelola makanan secara bijak dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Berita Halaman Depan


© Universitas Lintas Internasional Indonesia 2025 - All rights reserved.